Langsung ke konten utama

Seorang Aktivis Gereja Mencari Agama Cinta

http://www.voiceofummah.net/islam-agama-cinta/
Yesus Mengantarkannya pada Imam Husein
Perempuan ini adalah orang yang saya kenal ketika ziarah Arbain 2017. Saya memanggilnya Bu Maryam. Ibu ini adalah seorang mualaf. Beliau memeluk Kristen Protestan sebelumnya, dan beliau adalah aktivis gereja, keaktifannya di gereja membuat anak-anak beliau juga aktif ikut kegiatan di gereja. 
Semua berjalan baik-baik saja, hingga beliau dan suaminya ingin bercerai. Namun ia tak bisa, karena ajaran protestan mengatakan bahwa cerai itu tidak diperbolehkan. Maka ia tidak bisa bercerai dan tinggal satu atap dengan suaminya seperti orang asing selama bertahun-tahun. Mereka telah memutuskan hubungan dan hidup dalam kehidupan mereka masing-masing meski tinggal satu rumah. 
Hal itu membuat Ibu Maryam tersiksa, dalam hatinya ia mengalami pertentangan karena ia ingin bercerai namun agama yang dianutnya melarangnya. Setiap malam Bu Maryam berdoa dan menangis meminta kepada Yesus untuk ditunjukkan kebenaran.
Hingga suatu hari teman Bu Maryam yang merupakan pengacara mengatakan jika ia ingin bercerai maka pindahlah agama Islam, pasti pengajuan cerainya disetujui. Dengan berbagai macam pertimbangan, akhirnya Bu Maryam memutuskan untuk masuk Islam dan mengajukan perceraian, dan perceraian itu pun disetujui. 
Semua orang termasuk anak-anak bu Maryam kaget mendengar hal ini, kabar masuknya Bu Maryam menjadi Islam pun tersiar di gereja dan ia menjadi buah bibir di kalangan gereja. Seorang aktivis gereja, pindah agama Islam dan bercerai.
Disinilah perjalanan Bu Maryam mencari kebenaran dimulai. Tak disangka Yesus betul-betul mengantarkannya perlahan-lahan. Bu Maryam masih bingung, ia masuk Islam karena ingin cerai, ia pun sudah tidak diterima di gereja, namun ia juga tidak menyukai Islam apalagi kasus yang sering ia dengar adalah kasus intoleransi dan kekerasan oleh sebagian oknum yang mengaku Islam. 
Ia terus meminta pentunjuk kepada Yesus, dan ia pun mulai mencari. Ia mengikuti berbagai macam kajian-kajian Islam. Ia juga mempelajari Al Quran hingga ia bisa membacanya. Dalam hati ia belum terlalu yakin terhadap Islam, ia sering membandingkan Islam dengan Kristen. Banyak hal yang harus ia sesuaikan dengan anak-anaknya yang beragama Kristen. Ketika mengikuti kajian, ia dilarang mengucapkan natal pada anak-anaknya, dilarang memberkati anak-anaknya. 
Ia merasa bahwa Islam malah semakin menjauhkan dirinya dengan anak-anak. Ia kemudian melontarkan banyak pertanyaan-pertanyaan kritis terkait Islam, hal ini dilakukannya agar dia semakin yakin jika Islam adalah kebenaran, ia ingin membuktikannya secara rasional, bukan melalui doktrin.
Satu teman akhirnya mengusulkannya agar belajar kepada Ust. M. Rusli Malik, teman itu mengatakan bahwa Ust. Rusli lah yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kritisnya. Ia mulai membuka youtube Ust. Rusli dan mengikuti kajiannya. Setelah itu ia mulai datang ke tempat kajian Ust. Rusli, Ust. Rusli pun menyambut bu Maryam dengan baik.
 Benar kata temannya, Ust. Rusli mampu menjawab segala pertanyaan Bu Maryam dengan rasionalitas bukan doktrin. Ust. Rusli memberi bu Maryam berbagai macam buku untuk dipelajari, setiap hari Bu Maryam membaca dan belajar tentang Islam. Bu Maryam pun akhirnya menanyakan kepada Ust. Rusli terkait natal, dan Ust. Rusli mengatakan agar Bu Maryam menjalankan rutinitas seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu menngucapkan selamat natal dan memberkati anak-anaknya. 
Bu Maryam pun mulai tenang, karena Yesus mengajarkan cinta kasih. Ia ingin mencari agama yang juga mengajarkan cinta kasih, bukan malah menjauhkannya dengan anak-anaknya. Jawaban Ust. Rusli membuat Bu Maryam yakin bahwa Islam adalah agama cinta, ajaran Yesus. Bu Maryam pun terus mempelajari Islam di bawah bimbingan Ust. Rusli, meski begitu ia masih tetap mengikuti kajian-kajian Islam yang lain.  
Satu saat teman-teman kajian Bu Maryam mengetahui jika Bu Maryam mengikuti kajian Ust. Rusli. Mereka pun mengatakan bahwa Ust. Rusli sesat karena ia syiah, seperti juga Ust Quraish Shihab. Bu Maryam yang mualanya Kristen pun tidak mengetahui apa itu syiah dan apa itu Sunni. Namun yang ia ketahui bahwa Ust. Rusli dan Ust Quraish Shihab adalah orang-orang yang berakhlak mulia dan mengajarkan cinta kasih. 
Bukan orang-orang kasar yang menghancurkan segala sesuatu atau menyerang orang lain. Ketika Ust Rusli kembali dari berziarah di Iran, Ust. Rusli memberi Bu Maryam Al Quran dari Iran. Bu Maryam pun yang masih penasaran terhadap rumor syiah sesat membandingkan Al Quran dari Iran dengan Al Quran Indonesia. 
Banyak rumor mengatakan bahwa Al Quran oran syiah itu berbeda, maka ia mencoba membuktikan Al Quran dari negara yang mayoritas memeluk Islam Syiah. Ia membandingkan Al Quran baris demi baris Al Quran, namun ia tidak mendapati perbedaan satu pun. Dari sini ia telah membuktikan bahwa rumor itu tidak benar.
Satu saat ia diajak oleh teman dari ICC (Islamic Cultural Center) untuk mengikuti ziarah Arbain ke Irak dan Iran. Ia tidak tau apa-apa tentang ziarah Arbain, namun ia tertarik. Hingga akhirnya ia membaca sejarah-sejarah dan mengetahui siapa Imam Husein, serta kisah pembantaian Imam Husein di hari Asyura. Ia pun menziarahi Imam Husein, cucu Nabi Muhammad saw yang merupakan penerus Nabi Isa.
Ia tidak salah, selama bertahun-tahun ia berdoa meminta kepada Yesus (Nabi Isa) untuk menunjukkannya pada kebenaran. Dan Nabi Isa terus membimbing Bu Maryam kepada kebenaran, karena ajaran Nabi Isa telah dilanjutkan oleh Nabi Muhammad. Hal ini menunjukkan bahwa agama Nabi Isa dan Nabi Muhammad tidak bertentangan, mereka sama-sama mengajarkan agama Ibrahim yaitu tentang kemanusiaan dan cinta kasih. 
Fakta bahwa Bu Maryam bisa sampai pada Islam adalah bukti dari keterhubungan agama Isa dan Muhammad. Nabi Isa pun pasti mendengar pengikutnya dan bahkan mengantarkan Bu Maryam pada Imam Husein, cucu Nabi Muhammad yang merupakan bukti dari perjuangan cinta kasih. Cinta kasihnya Imam Husein pada umatnya membuat Imam Husein melakukan gerakan perlawanan terhadap penguasa zalim. 
Bahkan di akhir syahadahnya Imam Husein masih mengingatkan pembunuhnya akan kebenaran, bukti bahwa Imam Husein sangat mencintai umatnya. Namun pembunuhnya lebih memilih dunia daripada kebenaran hakiki.  
Wallahualam bi shawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menanti Pemimpin Selanjutnya

http://islamidia.com/misteri-kedatangan-nabi-isa-as-dan-imam-mahdi/ Lagi lagi saya akan bawa drama korea. Entah kenapa, tapi drama korea memberikan gambaran yang pas terkait sesuatu yang akan saya bahas. Drama korea yang mengisahkan kehidupan modern tak pernah lepas dari seorang pemilik perusahaan dan pewarisnya. Alur yang tak diragukan lagi yaitu perebutan pewaris perusahaan. Seorang presiden direktur (CEO) yang mendirikan perusahaan adalah seorang ayah yang telah berjuang bertahun-tahun lamanya untuk bisa sukses membangun sebuah perusahaan. Dimulai dari masa-masa sulit yang diselimuti dengan kemisikinan hingga menjadi perusahaan besar yang tak tertandingi. Biasanya cerita ini akan dibumbui dengan konflik tentang cerainya sang ayah atau meninggalnya sang ibu dan tinggal lah sang anak (pewaris) sendirian. Kejadian itu mengakibatkan sang ayah menikah lagi, biasanya dengan janda yang memiliki seorang anak. Akhirnya terdapat dua kandidat pewaris perusahaan yang sama-sama kuat. Se...

Membangun Kelayakan

http://www.greenwellpoints.com/feasibility-studies/ Apa yang kita upayakan selama hidup kita tentunya akan bermuara pada sebuah tujuan. Dari kita masih kecil hingga dewasa kita selalu memiliki tujuan, dan tujuan itu yang kemudian membangkitkan kita untuk terus mengupayakan. Misal kita belajar akan kita lulus ujian. Lulus ujian adalah tujuan, dan belajar adalah upaya yang kita perjuangkan. Setelah lulus kita akan membuat tujuan baru lagi. Namun, apakah tujuan dari tujuan kita itu sendiri? Jauh dibalik yang kita sadari, sesungguhnya kita memiliki tujuan suci yaitu membangun kelayakan. Membangun kelayakan terhadap apa yang kita hadapi. Ketika kita ingin mendaftar di sebuah universitas, atau melamar beasiswa, atau melamar pekerjaan, atau bahkan melamar seseoran, kita akan bertanya pada diri kita sendir layak kah aku untuk mendapatkan ini? Kita akan berjuang mati-matian untuk layak menjadi seorang mahasiswa di universitas ternama. Kita juga akan berjuang untuk layak diterima di seb...

Harapan Baru Indonesia

Pemilihan umum kini masih panas untuk dibicarakan, namun saya tidak ingin membahas siapa kandidat atau yang sudah terpilih. Saya ingin membahas tentang masa depan Indonesia setelah adanya pemilu. Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan pilkada Jakarta dengan calon yang sama-sama kuat. Tak bicara personalnya, secara umum kedua paslon adalah orang baik dan jujur yang memiliki kredibilitas di bidangnya masing-masing. Kita tau track record Pak Ahok, juga pak Anies. Dan kehebatan kedua paslon tidak diragukan lagi. Untuk itu, tidak masalah siapa yang terpilih, karena keduanya memiliki kredibilitas untuk menjadi Gubernur. Kesempatan ini bisa dijadikan Pak Ahok untuk memperbaiki provinsi yang lain, karena tujuan dari kedua paslon tidak lain adalah untuk memperbaiki provinsi dengan segala isinya. Saya melihat semua ini adalah pertanda dari masa depan Indonesia yang lebih cerah. Saya meyakini bahwa suatu saat nanti Indonesia bisa mencapai tingkat kesejahteraan yang baik. Ada harapan di set...