Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Harapan Baru Indonesia

Pemilihan umum kini masih panas untuk dibicarakan, namun saya tidak ingin membahas siapa kandidat atau yang sudah terpilih. Saya ingin membahas tentang masa depan Indonesia setelah adanya pemilu. Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan pilkada Jakarta dengan calon yang sama-sama kuat. Tak bicara personalnya, secara umum kedua paslon adalah orang baik dan jujur yang memiliki kredibilitas di bidangnya masing-masing. Kita tau track record Pak Ahok, juga pak Anies. Dan kehebatan kedua paslon tidak diragukan lagi. Untuk itu, tidak masalah siapa yang terpilih, karena keduanya memiliki kredibilitas untuk menjadi Gubernur. Kesempatan ini bisa dijadikan Pak Ahok untuk memperbaiki provinsi yang lain, karena tujuan dari kedua paslon tidak lain adalah untuk memperbaiki provinsi dengan segala isinya. Saya melihat semua ini adalah pertanda dari masa depan Indonesia yang lebih cerah. Saya meyakini bahwa suatu saat nanti Indonesia bisa mencapai tingkat kesejahteraan yang baik. Ada harapan di set...

Menanti Pemimpin Selanjutnya

http://islamidia.com/misteri-kedatangan-nabi-isa-as-dan-imam-mahdi/ Lagi lagi saya akan bawa drama korea. Entah kenapa, tapi drama korea memberikan gambaran yang pas terkait sesuatu yang akan saya bahas. Drama korea yang mengisahkan kehidupan modern tak pernah lepas dari seorang pemilik perusahaan dan pewarisnya. Alur yang tak diragukan lagi yaitu perebutan pewaris perusahaan. Seorang presiden direktur (CEO) yang mendirikan perusahaan adalah seorang ayah yang telah berjuang bertahun-tahun lamanya untuk bisa sukses membangun sebuah perusahaan. Dimulai dari masa-masa sulit yang diselimuti dengan kemisikinan hingga menjadi perusahaan besar yang tak tertandingi. Biasanya cerita ini akan dibumbui dengan konflik tentang cerainya sang ayah atau meninggalnya sang ibu dan tinggal lah sang anak (pewaris) sendirian. Kejadian itu mengakibatkan sang ayah menikah lagi, biasanya dengan janda yang memiliki seorang anak. Akhirnya terdapat dua kandidat pewaris perusahaan yang sama-sama kuat. Se...

Sustainable Consumption, Smart Consumption for Sustainable Environment

secure.sierraclub. Bumi ini bukanlah suatu tambang yang tak pernah habis. Sumber daya bumi ini bukanlah bagai air laut yang ada di permukaannya, terhampar luas dan tak pernah habis. Mungkin kita pernah mendengar pernyataan tentang Tuhan dan bumi. Tuhan tak kan pernah membiarkan makhlukNya mati kelaparan, hidup sengsara, Tuhan menciptakan bumi ini sesuai dengan ukuran untuk kehidupan manusia hingga akhir zaman. Pernyataan ini bisa dikatakan benar. Namun, kita tak boleh lupa bahwa sebagai wakilNya di bumi ini, kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab kepada Tuhan atas bumi ini.  Menjaga lingkungan dan bumi bukanlah sebatas mengenai melindungi bumi agar dapat bertahan untuk generasi selanjutnya hingga ratusan tahun mendatang namun juga sebagai tanggung jawab moral kita sebagai wakilNya kepadaNya. Kita lupa bahwa manusia makhluk serakah yang membuat banyak kekacauan dari dulu hingga sekarang, jika hal tersebut tidak kita sadari maka tak terelakkan lagi, hal yang diramalkan d...

Kurikulum Pendidikan Indonesia

Indonesia bisa dibilang cukup maju dibidang pendidikan. Indonesia memiliki kurikulum yang rinci dan ter- update setiap periode. Kini permasalahan orang miskin tak bisa sekolah pun mulai diatasi dengan banyaknya beasiswa yang disediakan oleh pemerintah. Beasiswa SD hingga perguruan tinggi. Namun demikian, ketika seorang pelajar SMA kelas 3 menghadapi masa kelulusan, mereka akan mulai bingung. Ya. Bingung. Bingung tentang apa yang akan mereka pilih. Bagaimana tidak? Pada waktu SD, siswa diwajibkan mempelajari begitu banyak mata pelajaran, dilanjutkan SMP yang juga begitu banyaknya, kemudian SMA kelas 1 yang makin banyak dan setelah kelas 2 mata pelajaran mulai difokuskan pada pilihan siswa. Apakah IPS, IPA, atau bahasa. Pada pilihan ini mata pelajaran akan begitu berat dan lebih dalam dipelajari.  Setelah lulus dan memutuskan untuk mengambil ujian serentak masuk PT, siswa tak bisa lagi pindah ke jurusan lain, atau paling tidak butuh ekstra tenaga untuk mengambil IPC. Untuk ...

Drama korea, yes or no?

Joseon (sumber:korea.net) Drama korea memang menjadi idola dari kebanyakan remaja di Indonesia. Bukan hanya remaja, ibu-ibu pun ikut menikmati keseruan drama korea, apalagi dengan berbagai lika liku cerita dan pemainnya yang cantik dan cakep, remaja laki-laki pun ikut menyukai drama dari negeri ginseng ini.  Saya sendiri termasuk orang yang menyukai drama korea. Meskipun demikian, banyak juga masyarakat Indonesia yang tidak menyukai jenis drama ini, dilihat dari episode yang lumayan banyak sehingga dapat menyita waktu kita, juga jenis ceritanya yang membuat orang-orang terbawa cerita. Beberapa hal yang tandai tentang drama korea: 1.       Makanan Drama korea sering sekali memberikan adegan makan. Bagaimana makan itu menjadi hal yang sangat penting di sana, setiap pemeran utama memiliki kebuntuan dalam hidupnya mereka akan makan, atau ketika mereka mendapatkan kesuksesan mereka akan pergi makan.  Hal yang ditonjolkan ketika makan ad...

Asal-usul sekolah, Menanggapi full day school

Jika membahas tentang sejarah ilmu pengetahuan tentu akan mengantarkan kita kembali pada negeri para dewa, tempat lahirnya para filsuf dunia yang hingga kini teori-teorinya masih kita jadikan rujukan. Ya, Yunani ( Greece ). Sejarah sekolah pun tak lain halnya dengan ilmu pengetahuan yang diawali dari negeri ini.  Sekolah berasal dari bahasa Yunani ( Greek ) yaitu scholÄ“ yang berarti leisure atau waktu luang. Disebut waktu luang pada zaman itu karena di Yunani sendiri menggunakan sistem kasta yang mana terdapat bangsawan dan rakyat jelata. Rakyat jelata dari orang tua hingga anak-anak melayani para bangsawan dari pagi hingga pagi. Berbeda dengan rakyat jelata, para anak-anak bangsawan tidak memiliki kegiatan yang berarti pada saat itu, sehingga mereka memiliki banyak waktu luang yang mereka sebut sebagai scholÄ“ .  Waktu luang ini kemudian mereka isi dengan belajar dan berdiskusi, mengingat banyaknya filsuf dan teori-teori baru yang berkembang pada masa itu. Dari sinilah ...