Tuhanku bagaimana aku meminta
kepadaMu sedangkan aku adalah aku, dan bagaimana aku memutuskan harapanku dariMu,
sedangkan Engkau adalah Engkau. Tuhanku, belum lagi aku meminta padaMU, Engkau
memberiku. Siapakah yang aku mohon (selain Allah) yang akan memberiku. Tuhanku,
jika aku tidak merendahkan diri pada Mu, Engkau pun menyanyangiku, lalu
siapakah yang aku lakukan itu kepada (selainMu), ia akan menyayangiku. Tuhanku,
sebagaimana Engkau telah membelah laut untuk (keselamatan) Musa as, Engkau pun
selamatkan dia. Aku mohon padaMu, curahkanlah shalawat atas Muhammad dan
keluarganya, dan agar Engkau menyelamatkan aku dari penderitaan dengan
secepatnya kerena anugerahMu dan rahmatMu wahai Yang Makakasih dari yang
mengasihi
http://www.greenwellpoints.com/feasibility-studies/ Apa yang kita upayakan selama hidup kita tentunya akan bermuara pada sebuah tujuan. Dari kita masih kecil hingga dewasa kita selalu memiliki tujuan, dan tujuan itu yang kemudian membangkitkan kita untuk terus mengupayakan. Misal kita belajar akan kita lulus ujian. Lulus ujian adalah tujuan, dan belajar adalah upaya yang kita perjuangkan. Setelah lulus kita akan membuat tujuan baru lagi. Namun, apakah tujuan dari tujuan kita itu sendiri? Jauh dibalik yang kita sadari, sesungguhnya kita memiliki tujuan suci yaitu membangun kelayakan. Membangun kelayakan terhadap apa yang kita hadapi. Ketika kita ingin mendaftar di sebuah universitas, atau melamar beasiswa, atau melamar pekerjaan, atau bahkan melamar seseoran, kita akan bertanya pada diri kita sendir layak kah aku untuk mendapatkan ini? Kita akan berjuang mati-matian untuk layak menjadi seorang mahasiswa di universitas ternama. Kita juga akan berjuang untuk layak diterima di seb...
Komentar
Posting Komentar